Showing posts with label memilih sunscreen. Show all posts
Showing posts with label memilih sunscreen. Show all posts

Battle of Sunscreen: Clinique City Block vs Clinique Even Better



Hai hai.. Apa kabar.. Kali ini gw akan nulis 2 sunscreen keluaran Clinique, judulnya Super City Block Oil Free Daily UV Face Protector dan Clinique Even Better Sunscreen.

Saya punya sunscreen ini udah dari tahun 2014, tapi somehow lupa aja bikin reviewnya.

CLINIQUE SUPER CITY BLOCK OIL FREE DAILY UV FACE PROTECTOR
Klaimnya adalah tabir surya ini ringan dan sheer, serta cocok untuk kulit sensitif. Selain tabir surya, ada komponen anti oksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas.

#kemasan
tube 30 mL. Kemasannya sturdy.

#bahan
Bahan aktif:
Zinc Oxide (9.6%). UVA & UVB filter.
Octinoxate (7.5%). UVB filter
Titanium Dioxide (7.3%. UVB & UVA2 filter
Octisalate (2%). UVB filter.
Bahan lain: Water Purified, Trioctyldodecyl Citrate, Butylene Glycol, Dimethicone, Octyldodecyl Neopentanoate, Steareth-2, Silica, Rosa Roxburghii Fruit Extract, Citrus Unshiu Peel Extract, Porphyra Yezoensis (Algae) Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Saccharomyces Lysate Extract, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Betula Alba (Birch) Bark Extract, Hordeum Vulgare (Barley) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Helianthus Annuus (Sunflower) Seedcake, Gentiana Lutea (Gentian) Root Extract, Yeast Extract, Sodium RNA, Magnesium Ascorbyl Phosphate, Dipotassium Glycyrrhizate, Tocopheryl Acetate, Pantethine, Squalane, Polyglyceryl-6 Polyricinoleate, Propylene Glycol Dicaprate, Chamomilla Recutita (Matricaria), Hexylene Glycol, PEG/PPG-18/18 Dimethicone, Caprylyl Glycol, Barium Sulfate, Polyethylene, Magnesium Aluminum Silicate, Lecithin, Ceteth-2, PEG-40 Stearate, Sodium Stearate, Steareth-20, Sorbitan Tristearate, Isopropyl Titanium Triisostearate, Xanthan Gum, Stearic Acid, Aluminum Hydroxide, Citric Acid, Disodium EDTA, BHT, Phenoxyethanol, Mica, Iron Oxides, Titanium Dioxide

Bisa dilihat dari ingredients nya, selain bahan UV filter, ada kandungan botanical seperti cucumber extract, licorice extract yang antara lain berfungsi sebagai antioksidan.

#Tekstur, pemakaian
Tekstu rnya thick, dan menurut saya, meski ini diklaim sebagai oil-free sunscreen, tetep aja rasanya "tebal".  Warnanya putih, agak kekuningan. Butuh beberapa waktu untuk meresap ke kulit, dan memang nggak bisa buru-buru makai sunscreen ini. Selain itu, kandungan physical sunscreen nya juga bikin white cast-nya agak nyata, dan butuh beberapa waktu sampai benar-benar hilang. Kalau kulitmu kering dan shade nya terang saya rasa sih sunscreen ini oke banget. Tapi, berhubung kulit saya kombinasi dan shade nya medium to dark- jadi rada troublesome deh! Oya, hati-hati kalau megang benda-benda yang berwarna gelap setelah memakai sunscreen ini, because the white cast is transferring alias nempel warna putihnya di benda-benda yang gelap (think your driving wheel!).


All by all
broad spectrum sunscreen UVA PA++++, UVB SPF 40, plus antioksidan!
water resist nggak dicantumkan jelas
kurang oke untuk yang shade kulitnya gelap (sebenernya white cast bakal hilang tapi butuh waktu)
mungkin lebih cocok untuk yang berkulit terang. saat ini saya lebih milih even better sunblock dari clinique.

CLINIQUE EVEN BETTER DARK SPOT DEFENSE SPF45/PA++++
#kemasan
tube, 30 ml. Ada yang versi sheer tinted (berwarna dan sheer  (tidak berwarna). Yang saya review adalah yang sheer.

#bahan
Bahan aktif: zinc oxide dan titanium oxide
Ingredients: Water/Aqua/Eau. Dimethicone.Titanium Dioxide. Butyloctyl Salicylate. Polydiethylsiloxane. C12-15 Alkyl Benzoate. Isononyl Isononanoate. Diethylhexyl Succinate. Neopenthyl Glycol Diheptanoate. Methyl Trimethicone. Butylene Glycol. Ethyl-Hexyl Methoxycrylene. Lauryl Peg-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone. Silica. Laureth-4. Cetyl Peg/PPG-10/1 Dimethicone. Dipentaerythrityl Tri-Poly Hydroxystearate. Dimethicone Silyate. Dimethicone-PEG10/15 Crosspolymer. Hydrolyzed Wheat Protein/PVP Cross Polymer. Isostearic Acid. Caprylyl Glycol. Dimethicone CrossPolymer-3. Polyhydroxystearic Acid. Triethoxycaprylylsilane. Dipropylene Glycol. Phenoxyethanol. Zinc Oxide (CI 77947 NANO) Iron Oxides (CI 77491). Iron Oxides (CI 77492). (ILN40403)

Jadi, clinique even better adalah murni physical sunscreen. Nah, di seri even better ada teknologi "Invisible Screen" yang membuat physical sunscreen ini bener2 ringan dan nggak keliatan!

#Tekstur, pemakaian
Warnanya putih, dengan tekstur yang amat ringan. White cast nya juga hampir bisa dibilang nggak ada. Beneran, barely there! Saya juga senang karena no transfer setelah dipakai

All by all:
+ Even better lebih ringan teksturnya, dan saya rasa lebih cocok kalau kulit nya berminyak
+ No white cast
+ No water resistance
+ Best coverage for UVA (PA++++) dan UVB (SPF45)
+ Keren dipakai dibawah make-up


Atas: Clinique Super City Block oil free daily face protector
Bawah: Clinique Even Better dark spot defines

SUNSCREEN BAGIAN 2: SAFETY ISSUE

sciencemuseum.org.uk

Hello.. Apa kabar? Kali ini saya akan ngebahas soal aspek keamanan sunscreen. Meski memang sudah ada regulasi- tetep bahan-bahan sunscreen ada yang lebih aman dipakai. Especially, kalau sunscreen mau dipakai di anak dan ibu hamil (masih inget posting sunscreen pertama? Chemical sunscreen ada yang bisa masuk ke peredaran darah lo!).

Salah satu website yang cukup getol membahas sunscreen adalah EWG (Environmental Working Group). EWG dibuat oleh periset independen yang banyak melakukan riset soal kosmetik (dan makanan juga kayaknya). Website ini mempunyai data base yang cukup baik soal sunscreen dan kosmetik.  EWG ini juga membuat  rating keamanan bahan-bahan sunscreen: semakin kecil angkanya semakin aman dipakai. Meski nggak semua orang setuju 100% dengan EWG (me, is included here. Kadang, interpretasi mereka soal hasil penelitian just alittle bit distorted sih..) tapi data base mereka amat sangat bagus. Berikut ini adalah rating bahan sunscreen menurut EWG


Bahan sunscreenEWG ratingPenetrasi KulitInteraksi hormonalAlergi kulitConcern lainnyaReferensi
Toksisitas tinggi






Oxybenzone
8
Terdeteksi di ASI, pada uji lab: penetrasi kulit 1-9%Estrogenik, mengubah produksi sperma pd hewan coba, berhubungan dgn endometriosis pd wanitarelatif tinggi

Janjua 2004, Janjua 2008, Sarveiya 2004, Gonzalez 2006, Rodriguez 2006, Krause 2012
Octinoxate (Octylmethoxycinnamate)
6
Terdeteksi di ASI, pada uji lab: penetrasi kulit <1%aktifitas menyerupai hormon, uji hewan coba: perubahan sistem reproduksi, tiroid dan perilakusedang

Krause 2012, Sarveiya 2004, Rodriguez, 2006, Klinubol 2008
Toksisitas sedang






Homosalate
4
Terdeteksi di ASI, penetrasi kulit <1% pada manusia & uji labGangguan estrogen, androgen dan progesteron

Produk turunannya bersifat toksikKrause 2012, Sarveiya 2004, SCCNFP 2006
Octisalate
3
Penetrasi kulit pada uji lab

jarang

Walters 1997, Shaw 2006 Singh 2007
Octorylene
3
Terdeteksi di ASI, penetrasi kulit pd uji lab

sering

Krause 2012, Bryden 2006, Hayden 2005
Toksisitas rendah






Titanium dioxide2 (penggunaan topikal) atau 6 (bubuk atau spray)Tidak ada penetrasi kulitTidak ada bukti gangguan hormonalTidak adaMasalah jika terhirup (makanya concern pada penggunaan spray dan powder)Gamer 2006, Nohynek 2007, Wu 2009, Sadrieh 2010, Takeda 2009, Shimizu 2009, Park 2009, IARC 2006b
Zinc oxide2 (penggunaan topikal) atau 6 (bubuk atau spray)Penetrasi kulit <0,01% pd manusiaTidak ada bukti gangguan hormonalTidak adaMasalah jika terhirup (makanya concern pada penggunaan spray dan powder)Gulson 2012, Sayes 2007, Nohynek 2007, SCCS 2012
Avobenzone
2
Penetrasi kulit sangat minimalTidak ada bukti gangguan hormonalSering

Klinubol 2008, Bryden 2006, Hayden 2005, Montenegro 2008
Mexoryl SX
2
Penetrasi kulit <0,16%Tidak ada bukti gangguan hormonalJarangEU approve, FDA pending approvalBenech-Kieffer 2003, Fourtanier2008

SUNSCREEN BAGIAN 1

source: ipadwallpaper =)

Hai, apa kabar? Di siang yang cerah ini kayaknya pasa banget kalau saya bikin postingan mengenai sunscreen. Nggak bisa disangkal, kalau kita tinggal di negara tropis yang sepanjang tahunnya diberkahi limpahan sinar matahari. Tapi.. itu berarti kita juga meski melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang konsisten kalau nggak mau cepet rusak (baca: penuaan dini.  X ray and UV lights emitted from th sun is a really potent DNA wrecker) kulit mesti dilindungi  dari paparan langsung dengan semacam tabir, (hence, sunscreen? teeheehee). Di tulisan ini, saya akan fokus mengenai bahan-bahan sunsreen alias tabir surya.

BAHAN SUNSCREEN
1. Fisik
Mirip cara kerja genteng yang mendefleksi/menangkis sinar matahari. Bahannya inert alias tidak terurai dan tidak masuk ke aliran darah. Jadi, sunscreen fisik ini aman dipakai anak dan ibu hamil. Ada 2 macam pyshycal sunscreen yaitu titanium oxide dan zinc oxide. Kekurangannya: bahan-bahan ini seringkali meninggalkan white cast di wajah. Kalau kulit wajah nya punya shade medium tan sampai gelap, white cast ini mengganggu banget. Tapi teknologi sekarang sudah banyak yang bisa membuat sunscreen fisik dengan white cast yang minimal.
2. Kimia
Bahan sunscreen kimia bekerja dengan membuat reaksi pada kulit, dan kemudian mengabsrobsi paparan sinar matahari. Bahan kimia ini perlu waktu (biasanya sekitar 30 menit) untuk bekerja secara efektif. Bahan chemical sunscreen, adalah semua bahan sunscreen kecuali titanium dan zinc oxide =).


SIAPA SIH REGULATOR KEMANAN SUNSCREEN
Kalau di Indonesia sih mestinya badan POM ya, tapi terus terang data base POM nggak bisa diakses mudah (forgive my negligence on this). Saya di sini  mengutip informasi dari FDA (Amerika), regulasi Uni Eropa dan Australia. Berikut ini adalah bahan-bahan sunscreen yang diizinkan di Amerika dan Uni Eropa.


sumber: uspharmacist.com

sumber: ups.acs.org
Di Eropa, lebih banyak bahan sunscreen yang beredar, dan saat ini kalau googling soal sunscreen; bahan-bahan dari Eropa banyak yang baru dan lebih stabil juga.

So, keep following my next post on sunscreen safety issue. Au revoir!